Saturday, January 16, 2010
simple relaks
1. Duduk atau berbaring dalam posisi nyaman dan pejamkan mata. Biarkan rahang terbuka, kelopak mata rileks dan berat, tetapi tidak tertutup rapat.
2. Pindai tubuh Anda secara mental. Mulai dari jempol kaki dan pelan-pelan naik ke betis, paha, pantat, tubuh, lengan, tangan, jemari, leher, dan kepala. Fokus ke setiap bagian dan cari bagian yang mengalami ketegangan. Imajinasikan bahwa ketegangan itu meleleh.
3. Kencangkan otot-otot di satu daerah tubuh Anda. Kencangkan otot tangan dalam 5 hitungan dan rilekskan. Pindah ke otot lain seperti bahu, muka, lengan, kaki, dan pantat. Ini cara yang baik untuk melepaskan ketegangan.
4. Biarkan semua pikiran berkelebat, tetapi jangan fokus. Sugestikan ke diri sendiri bahwa Anda rileks dan tenang. Bahwa tangan Anda hangat, jantung berdebar normal, dan Anda merasa damai.
5. Napas perlahan, teratur, dan dalam. Sekali rileks, bayangkan Anda berada di tempat favorit yang indah dan tenang. Setelah 5-10 menit, kembalilah ke keadaan semula secara perlahan
goa terbesar di dunia

Sebuah goa di dalam Taman Nasional Phong Nha-Ke Bang, Vietnam, digadang-gadang sebagai goa terbesar di dunia. Betapa tidak, lebar rongganya mencapai 150 meter dan tingginya 200 meter.
"Goa tersebut panjangnya 6,5 kilometer saat ini, tetapi ujung rongganya masih berlanjut dengan dinding kalsit setinggi 45 meter yang menghentikan langkah kami," ujar Adam Spillane, salah satu anggota tim ekspedisi dari Inggris yang menelusuri goa tersebut.
Goa yang diberi nama Hang Son Doong atau berarti goa sungai pegunungan itu ditemukan pertama kali oleh penjaga hutan bernama Ho Khanh pada 1991. Namun, tak seorang pun yang pernah menelusurinya karena besarnya dan tekanan angin yang tinggi karena adanya sungai bawah tanah yang sangat besar.
Sebanyak 13 orang gabungan penjelajah dari Universitas Sains Vietnam dan penjelajah Inggris akhirnya menggelar Caving Expedition 2009 masuk ke dalam goa. Mereka menghabiskan waktu lima hari pada pertengahan April untuk menyurvei jalur goa.
Dengan membawa alat ukur berbasis LaserRace 300, tim dapat mengukur tinggi langit-langit dan lebar rongga di sepanjang perjalanan dengan harapan dapat membuat petanya. Saat ini datanya masih dianalisis.
Namun, hasil laporan awal menunjukkan, besar rongga utamanya mencapai dua kali lipat rekor goa terbesar saat ini. Jadi, Hang Son Doong mungkin goa terbesar yang ada di dunia saat ini.
DNA dan POTENSI

Deoxyribunucleic Acid (DNA) selama ini selalu dikenal untuk mengidentifikasi garis keturunan. Padahal, DNA tak hanya bisa dipelajari dari sisi medis. Psikolog Miriati, Psi, mengungkapkan, DNA juga bisa disorot dari ilmu Psikologi. Apa manfaatnya? Ternyata, DNA bisa dioptimalkan untuk membangkitkan potensi diri. Mau tahu, bagaimana mengaktifkan DNA?
DNA terdiri dari zat kimia yang sifatnya basah yaitu adenine, guanine, cytosine dan thymine yang melekat pada fosfor dan gula. Bentuknya seperti tangga elips, memutar. Menurut Miriati, setiap manusia memiliki DNA/gen yang mempunyai potensi serupa. Memberikan pengaruh positif atau negatif, tergantung bagaimana pengaktifan oleh masing-masing individu.
"DNA itu terdapat di setiap inti sel tubuh. Semua manusia memilikinya. Perbedaannya, hanya karena masing-masing punya pilihan dan keinginan yang berbeda. Selain itu disebabkan masih adanya gen yang padat dan belum mencair. Sehingga, perlu di- on -kan," ujar Miriati, pada diskusi Mengoptimalkan Potensi Diri melalui Pengaktifan DNA/Gen, di MP Book Point, Jakarta Selatan, Kamis (10/9).
"Dengan kehadiran gen/DNA, setiap orang punya bakat dan potensi yang sama. Catatannya, harus membuka diri dengan berbagai kesempatan," lanjutnya.
Miriati mencontohkan, sikap penolakan selalu menjadi respon awal bila disodorkan sebuah kesempatan. Padahal, tawaran ini seharusnya direspon secara positif dan yakin bahwa setiap orang bisa melakukannya, meskipun tanpa pengalaman. Ketika kesempatan direspon positif, jelas Miriati, maka gen akan hidup.
"Setiap orang punya potensi, berapapun usianya. Untuk memaksimalkan potensi, setiap orang harus berpikir positif, bahwa dia bisa. Setiap orang punya muatan gen yang sama, tergantung bisa dibuka atau tidak. Kalau negative thinking , gen tidak akan terbuka," papar Miriati.
Bagaimana mengaktifkan DNA untuk potensi diri?
Ada beberapa cara untuk mengaktifkan DNA. Miriati memaparkan, setidaknya ada 6 karakter positif yang bisa ditumbuhkan pada setiap individu. Pertama, membuka diri untuk menyerap wawasan yang luas. Wawasan yang luas akan merangsang keinginan. Kedua, dengan keinginan atau dreams, bisa membangkitkan energi positif dalam diri.
Tak hanya dari diri sendiri, menghidupkan DNA juga bisa distimulus dari lingkungan sekitar. Cara ketiga, menginspirasi momen yang dijumpai.
"Seseorang bisa mengandalkan dirinya sendiri dengan apa yang ada didirinya. Dimanapun, kita bisa terinspirasi asal dalam hidup menghadirkan consciousness sehingga kita bisa memaknai suatu peristiwa," ujarnya.
Keempat, selalu berpikir positif, grab it first and do it ! Artinya, selalu berpikir positif atas setiap kesempatan baru. Dan kelima, selalu melakukan latihan terus menerus sehingga pengaktifan DNA akan bisa dimunculkan secara spontan dan berimplikasi positif bagi potensi diri.
Miriati juga mengingatkan, jika memiliki mimpi atau keinginan, berbagilah dengan orang-orang yang diyakini bisa memberikan dorongan. Dorongan positif yang yang didapatkan akan memacu DNA aktif. "Jangan cerita sama orang yang belum-belum sudah memadamkan semangat Anda," kata Miriati.
GO GREEN

Limbah plastik sisa belanja di pasar atau di pusat perbelanjaan bisa dimanfaatkan sebagai produk lain. Beberapa pengajar dan mahasiswa Program Studi Desain Produk Industri Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember meneliti pengolahan limbah plastik dengan teknik digoreng.
Pengajar mata kuliah Desain Produk Industri ITS, Ellya Zulaikha, Selasa (3/11) di Surabaya, menuturkan, tim yang terdiri atas tiga dosen, Ellya, Waluyo, dan Primaditya, serta lima mahasiswa mencari metode untuk mengubah bentuk plastik secara mudah dan murah. Cara yang digunakan adalah menggoreng plastik.
Ada tiga metode mengolah plastik limbah, yakni press, cetak, dan mozaik. Sistem press dan cetak digunakan untuk plastik jenis LDPE yang lebih tipis, sedangkan metode mozaik diterapkan untuk plastik HDPE yang lebih tebal.
Pada siswa Press dan Cetak, cabikan plastik digoreng di minyak dengan suhu tinggi sehingga mengerut. Plastik yang meleleh digulung dengan lelehan plastik berwarna lain dan dalam keadaan panas dicetak atau di-press. Setelah dingin, hasil cetak atau lempengan hasil press bisa diaplikasikan.
Untuk metode mozaik, plastik HDPE digunting lalu digoreng dalam minyak bersuhu sedang sehingga kerutannya hanya mengecilkan ukuran. Selanjutnya, plastik yang sudah mengerut disusun dengan urutan warna yang diinginkan. Lempengan plastik ini bisa mulai diaplikasikan.
Karya-karya dari olahan plastik goreng (plazore) ini dipamerkan di Exhibition Hall Galaxy Mall Surabaya sampai 8 November 2009. Dalam pameran ini, pengunjung juga diminta mengisi angket untuk menunjukkan karya yang paling disukai. Dengan demikian, produk yang diciptakan bisa disesuaikan dengan selera pasar.
LAPAN ROKET

Peneliti-peneliti di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah berhasil menciptakan 300 jenis roket, dan ini sangat penting bagi perkembangan teknologi di Indonesia.
Kepala Tim Roket Kendali LAPAN Edi Sofian, Rabu (11/11) mengutarakan, keberhasilan para peneliti Indonesia menciptakan roket menjadi hal penting guna memajukan perkembangan teknologi di Indonesia untuk bersaing dengan negara lain.
Edi mengungkapkan selama 20 tahun lebih LAPAN mengabdi para peneliti telah berhasil menciptakan 300 roket dengan berbagai kategori dengan jenis roket berbeda yang cukup spektakuler.
"Dalam satu tahun para peneliti LAPAN menciptakan 15 roket yang kemudian dilakukan uji coba dan berhasil diorbitkan dengan sukses. Itu semua merupakan hasil karya anak bangsa," ungkap Edi.
Dari ratusan roket yang berhasil diciptakan selama ini lebih banyak dihasilkan roket cuaca dan orbiter serta satelit untuk membantu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau perkembangan cuara.
Termasuk membantu pertahanan keamanan negara Indonesia dan mengawasi daerah-daerah di kawasan nusantara yang membutuhkan pemantauan ketat serta pengawasan sipil.
"Pembuatan roket merupakan instruksi negara, kita menciptakannya dan PT Dirgantara Indonesia (DI) memproduksi dan memperbanyak roket," tandas Edi.
Kabag Humas LAPAN Eli Kuntjahowati menegaskan, pada dasarnya LAPAN tidak hanya menciptakan roket, terdapat beberapa hasil ciptaan LAPAN mengoptimalkan sistem propulsi roket peluncur satelit yang diproyeksikan untuk jangka panjang.
LAPAN juga merancang beberapa motor roket hibrid yang mengunakan kombinasi propelan padat dan cair. Bahkan beberapa analisis LAPAN sedang merancang roket modern yang siap bersaing dengan roket buatan luar negeri.
alga bisa jadi baterai loh :)

Bayangkan suatu hari nanti Anda bisa membungkus hadiah dengan kertas kado bertuliskan "Selamat Ulang Tahun!" yang bisa menyala tanpa baterai konvensional yang kita kenal selama ini, karena kertas itu sendirilah baterainya. Itulah salah satu kemungkinan penggunaan baterai baru yang dibuat dari selulosa, yaitu bahan kertas, sehingga ramah lingkungan karena bisa diurai alam.
Para ilmuwan dari berbagai negara sedang berusaha mengembangkan baterai tipis, fleksibel, ringan, murah, dan ramah lingkungan, yang seluruhnya terbuat dari bahan non-logam. Salah satu bahan yang paling menjanjikan untuk beterai ini adalah polimer berdaya-antar. Namun, hingga kini bahan ini kurang praktis dijadikan baterai, karena kemampuannya menyimpan muatan listrik seringkali berkurang seiring pemakaian.
Mudah dibuat
Nah, kunci pembuatan baterai baru ini ternyata alga hijau Cladophora yang seringkali dianggap pengganggu. Tumbuhan air tawar yang mirip rambut ini bertumpuk dan membusuk begitu saja di seluruh dunia, mengganggu pemandangan dan baunya menyengat.
Alga ini memiliki jenis selulosa yang tak lazim, dengan ciri permukaan selulosa yang sangat luas, yaitu 100 kali selulosa kertas biasa. Ini memungkinkan para peneliti untuk melipatgandakan jumlah polimer berdaya-antar, sehingga baterai tersebut lebih efektif untuk diisi lagi, lebih mampu menahan listrik dan menyalurkan daya listrik.
"Kami telah lama mengharapkan penemuan berguna dari materi alga dan kini hal itu memang memungkinkan," kata peneliti Maria Strømme, pakar nanoteknologi dari Universitas Uppsala, Swedia. "Ini membuka kemungkinan baru untuk produksi skala besar bagi sistem penyimpanan energi yang ramah lingkungan, hemat biaya, dan ringan."
Baterai jenis baru ini terdiri dari lapisan-lapisan tipis polimer berdaya-antar yang berukuran hanya 40 hingga 50 nanometer, atau dari serat pembungkus selulosa alga selebar satu per semiliar meter, hanya selebar 20 hingga 30 nanometer yang diambil untuk dijadikan lembaran kertas.
"Ini sangat mudah dibuat," ujar Strømme.
Cepat diisi ulang
Baterai jenis baru ini bisa memuat daya listrik 50 sampai 200 persen lebih banyak dibandingkan baterai polimer berdaya-antar lainnya yang serupa, dan kalau nanti sudah dioptimalkan, mungkin malah bisa bersaing dengan baterai litium. Baterai ini juga bisa diisi ulang jauh lebih cepat daripada baterai isi-ulang biasa - bandingkan baterai biasa setidaknya butuh sejam untuk diisi ulang, sedangkan baterai baru ini hanya perlu 11 detik hingga delapan menit.
Dala pengembangannya, baterai baru ini juga menunjukkan kemajuan pesat dalam hal kemampuan menahan daya seiring pemakaian. Kalau dibanding dengan baterai polimer lainnya yang kapasitas penahanan dayanya turun 50 persen setelah 60 siklus isi-pakai, baterai baru ini cuma kehilangan 6 persen setelah 100 siklus.
"Pada lapisan polimer yang tebal, sulit untuk mengisi ulang seluruh bahan itu dengan benar, malahan bahan itu berubah jadi insulator (penghambat), jadi kapasitasnya malah berkurang," terang Gustav Nyström, pakar elektrokimia dari Universitas Uppsala. "Kalau lapisannya tipis, seluruh bagiannya bisa menampung dan mengeluarkan daya dengan baik."
Alat elektronik fleksibel
Para peneliti mengisyaratkan bahwa baterai mereka ini tampaknya cocok dapakai untuk alat elektronik yang fleksibel, seperti bahan kain dan pembungkus.
"Kami tak berniat menggantikan litium atau baterai ion - kami ingin menemukan pemakaian baterai yang belum ada," ujar Strømme. "Misalnya baterai bisa diisi di balik kertas pelapis dinding untuk menyalakan sensor di rumah anda. Atau bagaimana bila ditaruh dalam pakaian anda, dan dipakai untuk alat pemindai keringat untuk memeriksa bila anda sakit?"
Arah penelitian di masa depan juga memperhitungkan berapa banyak daya yang hilang dari baterai ini seiring waktu, yang merupakan masalah umum bagi baterai polimer dan jenis lainnya. Penelitian juga melihat kemungkinan memperbesar skala baterai jenis baru ini, "Kita lihat bagaimana jadinya bila baterai ini dibuat dalam skala sangat besar."
Para peneliti menjabarkan hasil terakhir mereka dalam jurnal berjudul 'Nano Letters'.
indonesia untuk HIV
"Justru skrining terhadap tanaman herbal tropis anti-HIV banyak dilakukan negara-negara maju seperti AS atau Eropa," kata pakar biomedik Suprapto Ma’at di Jakarta, Rabu (2/12).
Suprapto mengatakan skrining itu diawali dengan penentuan sitotoksisitas ekstrak terhadap kultur sel yang telah diinveksi HIV, hingga skrining terhadap fraksi ekstrak tanaman untuk diketahui mana yang memiliki aktivitas mantap sebagai anti-HIV.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu mencontohkan, dari hasil penelitian Barat terhadap kunyit (curcuma domestika/longa) diketahui pigmen berwarna kuningnya ternyata memiliki efek farmakologik seperti antitumor, aktivitas anti infeksi, anti-inflamasi dan dapat menghambat aktivitas enzim integrase HIV-1.
Acemannan yang merupakan polisakarida asetilasi dari lidah buaya (aloe vera) yang diteliti laboratorium di AS dan di Kanada, ternyata bersifat antitumor, imunostimulan, dan antiviral.
Diterpenoid lakton yang terdapat pada sambiloto (andrographis paniculata) dapat menghambat pertumbuhan virus HIV-1 maupun virus HIV-2 dan dipatenkan di Universitas Bastyr dengan nama AndroVir.
Penelitian terhadap akstrak meniran (phyllanthus niruri) bekerja sebagai anti-viral dan imunostimulator (perangsang imunitas) pada penderita HIV/AIDS.
Ekstrak buah mengkudu (morinda citrifolia) telah dipatenkan sejumlah peneliti di negara maju sebagai antiinfeksi dan antikanker.
Ekstrak Bratawali (tinospora cordifolia) mampu menurunkan gejala yang terjadi pada infeksi HIV seperti mual, muntah, anoreksia dan lemah.
Ekstrak jambu biji (psidium guajava) sebagai penghambat virus HIV dan meringankan efek samping penderita HIV, seperti diare.
Agar peneliti Indonesia bisa lebih aktif melakukan pencarian obat anti-HIV dari berbagai tanaman asli tropis, perlu dibangun laboratorium khusus virus dan laboratorium kultur sel, meski lab ini membutuhkan investasi sangat besar.
Ia mengatakan China yang sudah melakukan skrining terhadap tanaman anti-HIV terhadap 5.000 spesies tanaman obat, hanya menghasilkan sekitar 90 spesies yang menunjukkan aktivitas anti-HIV atau hanya sekitar 13 persen saja.
Sejauh ini penanganan HIV/AIDS mengandalkan HAART (Highly active antiretroviral therapy) yang diperkenalkan sejak 1996, yang mencakup kombinasi tiga obat kimia yang berasal dari sedikitnya dua jenis agen antiretroviral.
HAART membuat adanya stabilisasi gejala dan meningkatkan waktu bertahan penderita antara 4-12 tahun, tetapi tidak menyembuhkan pasien dari HIV dan bisa kambuh kembali setelah perawatan berhenti.
"Dengan demikian pasien HIV membutuhkan obat alternatif pendamping dan potensi obat herbal perlu terus digali," katanya.